Maradona Si Tangan Tuhan

Maradona Si Tangan Tuhan

Semua para sepakbola seantero dunia, pasti mengenal sosok Diego Armando Maradona Franco atau Maradona. Pemain yang lebih dikenal dengan sebutan si Tangan Tuhan. Kala itu, Ia menyetak gol ke gawang Inggris dalam babak perempat final di ajang Piala Dunia tahun 1986. Gol tersebut tercipta dengan menggunakan tangan dan oleh sang pengadil lapangan di sahkan menjadi gol, lantaran terlihat mengenai kepalanya.

Diego Maradona
Gol Tangan Tuhan Maradona ke gawang Inggris

Gol tangan tuhan tersebutlah, mengantarkan Timnas Argentina menembus babak semifinal dan sampai di partai puncak. Pada partai final, Tim Tanggo berhasil memenangkan pertandingan atas Jerman Barat dengan skor tipis, yakni 3-2. Di tahun tersebutlah, Argentina berhasil menjuarai Piala Dunia dan pemain andalannya, Diego Maradona berhasil keluar sebagai pemain terbaik turnamen, atau Golden Ball.

Karir Awal Sang Legenda Sepakbola Diego Maradona

Diego Maradona menjadi legenda bagi timnas Argentina pada rentan tahun 80’an. Pemain berpostur mungil ini, menempati posisi sebagai Attacking Midfielder dan terkadang menjadi Supporting Striker. Di rentan tahun tersebutlah, Maradona menjadi idola di tanah Negeri Tanggo. Bahkan, masyarakat dunia pun mengakui kualitas dan kemampuan sang pemain yang banyak orang bilang memiliki tarian khas saat bermain diatas lapangan.

Diego Maradona
Diego Maradona berhasil menjuarai Piala Uefa bersama Napoli

Maradona memulai karirnya pada tahun 1976 bersama klub Argentinos Juniors. Tak butuh waktu lama untuk masuk ke tim utama timnas Argentina. Tepatnya, setahun berselang melakukan debut, Ia langsung melakukan debut internasional. Selang lima menit, Boca Juniors terpincut akan skill yang dimilikinya dan langsung menebus harga yang dibanderol oleh kubu klub, yang kala itu berharga 1 juta poundsterling.

Pada tahun pertama bersama Boca Juniors, Maradona langsung mempersembahkan sebuah trofi bergengsi, yakni Campeonato Metropolitano. Tetapi, sang pemain hanya bermain satu musim saja bersama klub tersebut. Di tahun 1982, Ia resmi menjadi pemain Barcelona dengan nilai transfer yang memecahkan rekor dunia kala itu, yaitu sebesar 3 juta poundsterling.

Sayang pada awal karirnya bersama klub Catalan, sang pemain mengalami cedera akibat tekel pemain lawan yang sangat keras dan memaksa untuk beristirahat dalam jangka waktu beberapa bulan. Ia pun juga hanya bertahan satu tahun saja bersama klub asal Spanyol tersebut dan berhasil mempersembahkan trofi Copa Del Rey.

Di tahun berikutnya, tepatnya pada tahun 1984, Maradona hijrah ke Negeri Italia dan membela klub SSC Napoli. Dua tahun berselang, sejarah pun tercipta, Napoli untuk pertama kalinya dapat menjuarai Serie A. Setahun berikutnya, Partenopei Gli Azzurri tidak dapat mempertahankan gelar, namun berhasil menjuarai Piala Italia dan 1989 kembali menjuarai ajang liga tertinggi di daratan Negeri Pisa. Puncaknya, pada musim 1988/1989, Napoli keluar sebagai juara Piala Uefa setelah mengalahkan Stuttgart di partai final.

Kejayaan Bersama Timnas Argentina

Tak hanya berhasil bersama klub yang dibelanya saja. Diego Maradona juga sukses bersama timnas Argentina. Terbukti, pada tahun 1978, Maradona mengantarkan Tim Tanggo menjuarai Piala Dunia. Kehebatan pemain berposisi striker itu pun kembali menunjukkan kehebatannya dalam mengelola bola. Alhasil, di tahun 1986, Argentina kembali menjuarai Piala Dunia 1986 yang berlangsung di Meksiko.

Diego Maradona
Diego Maradona saat mengangkat trofi Piala Dunia

Di ajang kejuaraan antar negara yang dihelat di Meksiko pada tahun 1986, pemain identik dengan nomor punggun 10 ini, berhasil membuat gol terbaik yang akan tercatat di buku sejarah sepak bola. Kala itu, Ia mengelabui lima pemain Inggris dan sekaligus sang kiper yang pada masanya merupakan penjaga gawang ternama, Peter Shilton.

Pada ajang yang sama, Maradona membuat sebuah gol sensasional. Pemain dengan postur yang tak cukup tinggi itu, menciptakan gol dengan sentuhan tangannya. Ia pun mengatakan bahwa gol tersebut dibantu oleh “tangan Tuhan“. Pada akhirnya, di tahun 2005, Ia mengakui gol tangan Tuhan tersebut.