Carles Puyol, Legendaris La Blaugrana

Carles Puyol merupakan salah satu legenda yang dimiliki oleh Barcelona. Lahir di La Pobla de Segur, Spanyol, Puyol dibesarkan di lingkungan para pesepakbola. Sejak kanak-kanak, Puyol dan bola seakan-akan tak pernah terpisahkan. Sehingga tak heran jika dirinya dibesarkan bersama sepakbola.

Carles Puyol
Carles Puyol si The Wall Barcelona

Pemain kelahiran 13 April 1978 tersebut bergabung bersama akademi atau Barcelona C pada tahun 1995. Namun sayangnya, karir dirinya tidak berkembang dengan sangat baik. Dirinya pun tidak pernah mencetak satu gol pun ke gawang lawan. Pada akhirnya, Puyol memutuskan untuk bergabung bersama Barcelona B.

Keputusan yang sangat berani di tahun 1997 tersebut akhirnya berbuah hasil yang sangat positif. Dirinya mulai berkembang dengan begitu baik.  Tercatat, sebanyak 89 gol mampu Ia lesakkan ke gawang lawan saat berseragam La Blaugrana B. Hingga, tim utama Barcelona FC tertarik untuk menarik sang pemain untuk bermain di kancah senior.

Pada awalnya, Puyol bermain di posisi sebagai gelandang bertahan. Namun perlahan Ia bergeser ke posisi bek kanan. Hingga akhirnya, di tim utama, Ia ditempatkan sebagai bek sentral.

Walaupun berposisi sebagai bek tangguh di lini pertahanan, Puyol mampu mencetak gol. Sebanyak 379 gol sukses Ia menyarangkan bola ke gawang lawan saat berseragam Barcelona.

Di musim 2003/2004, Puyol dipercaya untuk memimpin rekan-rekannya di atas lapangan. Sejak menjadi kapten tim utama, dirinya menjadi lebih bersinar. Namun, di musim pertamanya menjabat sebagai kapten, La Blaugrana tak mampu meraih satu gelar pun. Tahun berikutnya, The Wall (julukan Puyol dari para publik Catalan) berhasil mempersembahkan gelar pertamanya untuk Barcelona, yakni gelar juara La Liga.

Setahun berselang, tepatnya musim 2005/2006, Liga Champions menjadi trofi kedua bagi La Capita (julukan kapten) untuk publik Catalan. Sekaligus mengakhiri puasa gelar kejuaraan antar klub di Eropa selama 14 tahun lamanya. Secara keseluruhan, Puyol sukses merengkuh gelar juara Divisi Primera Spanyol sebanyak empat kali, dua gelar Liga Champions, satu trofi Piala Spanyol, sebanyak empat kali Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub masing-masing satu gelar.

Puyol Bersama Tim Nasional Spanyol

Tak hanya bersinar di level klub bersama Barcelona saja, tetapi Puyol juga menjadi salah satu pemain andalan di lini pertahanan tim Nasional Spanyol. Mungkin Negeri Matador bukanlah sebuah negara cukup memiliki rasa patrotik yang tinggi. Tetapi, dalam satu dekade terakhir rasanya pantas menyebut Spanyol menjadi salah satu negara yang besar. Lantaran, mampu meraih kesuksesan besar.

Carles Puyol

Satu momen Puyol bersama timnas Matador yang tak terlupakan oleh para masyarakat Spanyol, yakni tandukan bola ke gawang Jerman pada ajang Piala Dunia 2010 di babak semifinal. Hasilnya, La Capita mampu mengantarkan timnas Spanyol ke partai puncak. Di partai final, Spanyol mampu mengalahkan Belanda dengan skor tipis 0-1. Dimana gol tunggal diciptakan oleh Andres Iniesta di menit perpanjangan waktu.

Trofi tersebut merupakan gelar juara kedua bagi Puyol bersama tim Nasional Spanyol. Sebelumnya, The Wall mampu mengantarkan timnas Negeri Matador merengkuh trofi EURO di tahun 2008.

Puyol: Saya Cinta Barcelona, Tetapi Ada Ruang Untuk AC Milan

Kecintaan Carles Puyol terhadap klub yang membesarkan namanya, Barcelona tak perlu lagi diragukan. Bersama tim Catalan tersebut, pemain yang mengenakan nomor punggung 5 mampu mempersembahkan berbagai trofi baik di kancah liga domestik maupun di kancah internasional. Namun tetapi, Puyol membagi ruang hati untuk klub raksasa Italia, AC Milan.

Puyol yang menghabiskan seluruh masa karirnya bersama Barcelona dan mencatatkan penampilan sebanyak 600 laga serta memutuskan untuk gantung sepatu di tahun 2013/2014, mengungkapkan bahwa terdapat ruang hati untuk Milan. “Tentu Barcelona tetap menjadi yang pertama. Tetapi jika berbicara Milan, saya sudah mengatakan berulang kali, bahwa Milan adalah klub kedua saya,” ujar Puyol saat menghadiri acara Golden Foot di Monaco.