Zanetti, Traktor Inter Milan

Zanetti, Traktor Inter Milan

Serie A merupakan salah satu liga paling bergengsi si antero dunia pada kala itu. Dimana sebelum Liga Primer Inggris yang saat ini menjadi primadona para penikmat sepakbola. Jika berbicara mengenai liga domestik Italia, tentu kita akan membicarakan sejumlah pemain yang terkenal sangat loyal bersama klub. Seperti salah satunya yakni Javier Zanetti atau yang dijuluki sebagai Traktor bersama Inter Milan.

Javier Zanetti
Javier Zanetti sang Traktor Inter Milan

Pemain yang memiliki nama lengkap Javier Adelmar Zanetti lahir pada tanggal 10 Agustus 1973 di Buenos Aires, Argentina. Zanetti telah berseragam Inter Milan sejak tahun 1995. Di tanggal 29 Agustus 1999, merupakan hari bersejarah baginya, lantaran dirinya dipercaya sebagai kapten tim untuk memimpin para rekan-rekannya diatas lapangan. Namun, di tahun 2014, Zanetti memutuskan untuk gantung sepatu atau pensiun.

Pemain berkebangsaan Argentina tersebut merupakan pemain serba bisa. Dirinya mampu bermain di segala posisi, baik di lini serang, gelandang maupun di lini pertahanan. Ia pun juga salah satu dari sedikit para pemain yang sukses mencatatkan lebih dari 1000 laga resmi di sepanjang karirnya menjadi pesepakbola profesional.

Dengan fisik yang sangat kuat dan memiliki daya tahan yang tinggi, Zanetti mendapakan julukan “Traktor“. Dirinya mampu bermain secara cepat dengan intensitas yang tinggi baik dalam kemampuan untuk membantu pertahanan maupun juga disaat tim membutuhkan tenaga di lini serang. Ia juga dikenal oleh seluruh masyarakat pencinta si kulit budar, dikarenakan memiliki keterampilan bermain di segala posisi dan tingkat jelajah yang sangat tinggi.

Zanetti Di Masa Junior

Sebelum bermain di Negeri Pisa dan membela Inter Milan, Zanetti memulai karir menjadi pesepakbola profesional bersama tim junior Independiente. Di masa itu, dirinya diposisikan menjadi seorang striker. Lantaran memiliki dribel yang sangat baik dan skill akselerasi ke jantung pertahanan lawan serta umpan silang yang sangat akurat.

Javier Zanetti
Javier Zanetti di masa junior

Namun, secara perlahan, Zanetti junior tak lagi ditempatkan di lini serang. Dirinya di plot sebagai geladang bertahan, hingga pada akhirnya bermain di posisi pertahanan.

Bersama klub Independiente, karir Zanetti tidak berjalan dengan mulus. Dirinya bahkan harus dikeluarkan dari klub tersebut, lantaran faktor badan. Dimana, badan Ia dinilai tidak proposional atau terlalu kurus. Sehingga, pada tahun berikutnya, dirinya memilih untuk bergabung bersama klub Talleres.

Bersama Talleres, dirinya telah mencatatkan 33 laga dan sukses mencetak hanya satu gol saja selama satu musim. Debut pertama dirinya saat berseragam klub junior liga Argentina terjadi pada tanggal 22 Agustus 1992, saat melawan Instituto dan berakhir dengan kedudukan 2-1 untuk keunggulan timnya.

Karir Profesional Zanetti

Setahun berikutnya, Zanetti hijrah ke Banfield dan menandatangani kontrak profesional pertamanya di dunia sepakbola. Bersama Banfield, dirinya tampil gemilang dan menunjukkan bakat yang Ia miliki. Hasilnya, Zanetti dipanggil untuk membela timnas Argentina. Bahkan, dua klub raksasa di Negera Tenggo, Boca Juniors dan River Plate tertarik untuk merekutnya.

Javier Zanetti
Javier Zanetti sukses menjadi kapten klub Italia pertama yang meraih treble winner

Namun, Ia lebih memilih untuk bermain di Italia dan berseragam Inter Milan. Zanetti menjadi pembelian pertama Massimo Moratti yang baru saja resmi menjadi presiden klub. Dirinya merupakan satu dari pembelian pemain oleh raja minyak asal Italia tersebut untuk memperkuat Inter Milan.

Pemain bernomor punggung 4 tersebut, melakukan debutnya bersama I Nerazzurri pada tanggal 27 Agustus 1995. Sejak debutnya tersebut, Ia langsung menjadi pilihan utama sang pelatih di setiap pertandingannya. Dirinya pun sering bermain di segala posisi, baik sebagai bek kanan, kiri, bek jangkar, gelandang bertahan hingga penyerang.

Selama berseragam Inter Milan, Zanetti sukses meraih 16 gelar juara. Dimana 15 gelar tersebut didapatkan ketika dirinya menjabat sebagai kapten tim. Di tahun 1998, berhasil menjuarai Piala UEFA, Coppa Italia di tahun 2005, 2006 dan 2010, Piala Super Italia sebanyak empat kali, Scudetto di musim 2005 hingga 2010 secara beruntun dan puncaknya gelar juara Liga Champions di tahun 2009/2010 serta di akhir tahun 2010, berhasil meraih Piala Dunia Antarklub.

Zanetti sukses mencatatkan namanya sebagai kapten sebuah klub Italia pertama kali yang meraih treblee winner di tahun 2010. Dimana di tahun tersebut, Inter Milan keluar sebagai Copa Italia, Scudetto dan Liga Champions.

Paolo Maldini, Bek Tangguh Legenda AC Milan

Paolo Maldini, Bek Tangguh Legenda AC Milan

Semua penggemar sepak bola pasti mengenal sosok pemain bernama Paolo Maldini. Ia merupakan salah satu bek bertahan terbaik yang pernah dimiliki oleh AC Milan dan bahkan di timnas Italia. Sepakbola dunia pun juga mengakui kehebatan pemain berambut ikal tersebut. Tak heran jika banyak yang memuji kualitas dirinya.

Salah satu pemain yang mengagumi sosok Maldini adalah Carles Puyol. Bek legenda Barcelona dan timnas Spanyol tersebut bahkan menjadikan pemain kelahiran 26 Juni 1968 itu sebagai panutannya dalam urusan mengelola bola.

Paolo Maldini
Paolo Maldini Bek Tangguh Masa

Maldini terkenal sebagai bek bertahan yang memiliki postur proposional di lini pertahanan AC Milan. Banyak striker lawan yang kesulitan menembus kokohnya benteng i Rossoneri dari sisi kiri. Tak hanya di level klub saja, Ia juga menjadi pilihan utama para pelatih Negeri Pisa untuk lini belakang. Tak heran, apabila pemain lawan yang mencoba untuk menerobos dari sisi kiri, maka akan siap-siap untuk mendapatkan hadangan bahkan jegalan.

Kualitasnya juga diakui oleh legenda sepakbola Brasil, Luiz Nazario Ronaldo Da Lima. Ia mengungkapkan bahwa Maldini berhak mendapatkan penghargaan pemain terbaik, bahkan tak hanya sekali, tetapi untuk beberapa kali. “Jujur, bek bertahan yang sulit saya hadapi sepanjang karir saya adalah Paolo Maldini. Dengan kualitas yang dimilikinya, ku rasa Ia berhak untuk mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik dunia. Tak hanya sekali saja menurutku, tetapi beberapa kali, Ia pantas meraihnya,” ujar Ronaldo saat diwawancara oleh Foxsport pada tahun 2014.

Tak hanya hebat sebagai pemain bertahan saja. Maldini juga menunjukkan kualitas yang dimilikinya saat menjadi pemimpin rekan-rekannya di atas lapangan. Kapten pemain di level klub AC Milan, maupun di level internasional bersama timnas Italia itu memang terkenal akan sejumlah tekel-tekelnya yang keras. Tetapi berdasarkan statistik yang dirili oleh Fifa, bahwa Maldini hanya sekali mendapatkan kartu merah saja pada pertandingan antara Milan berhadapan dengan Ancona.

Perjalanan Karir Maldini Di AC Milan

Paolo Maldini melakukan debutnya bersama AC Milan saat melawan Udinese di ajang Serie A pada tahun 1985. Dimana saat itu, Ia baru berusia 16 tahun. Sejak turun ke lapangan untuk pertama kalinya tersebut, karir Il Bandiera Mancini berjalan cemerlang.

Paolo Maldini
Paolo Maldini berhasil menjuarai Liga Champions

Ia berhasil memenangkan banyak trofi bersama i Rossoneri. Tercatat, hingga tahun 2007, Maldini berhasil meraih gelar Serie A sebanyak tujuh kali dan empat kali Liga Champions. Puncak karirnya terjadi pada tahun 1994. Dimana Ia dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia atau Ballon d’Or versi majalah olahraga France Football.

Pada awalnya, Paolo Maldini dipasang sebagai bek kiri oleh manajer Nils Liedholm. Ia sukses menjaga kawasan pertahanan sebelah kiri dengan aman. Namun, seiring dengan kemampuannya yang terus berkembang dan mampu menggunakan kedua kakinya. Dirinya di plot sebagai bek tengah menggantikan Franco Baresi yang memutuskan untuk pensiun.

Maldini mengakhiri karirnya bersama AC Milan pada tahun 2009. Sebelumnya , Ia mengutarakan bahwa ingin pensiun setelah 22 tahun membela. Tetapi keinginan untuk membela setahun lagi, akhirnya Ia lakoni dan benar-benar gantung sepatu di usianya yang menginjak 40 tahun.

Maldini Bersinar Bersama Italia

Tak hanya sukses di level klub saja, melainkan karir Maldini juga bersinar bersama timnas Italia. Pada tahun 1998, Ia melakukan debut untuk Gli Azzurri dan bermain di posisi bek kiri. Saat membela Italia pada Piala Dunia 1998, posisinya bergeser menjadi bek sentral, seiring sang pelatih yang menerapkan tiga bek bertahan.

Paolo Maldini
Paolo Maldini saat membela timnas Italia

Maldini sukses mencatatkan penampilan dengan jumlah 126 laga dan berhasil membuat 7 gol. Ia ikut berpartisipasi di ajang kejuaraan antar negara di seluruh dunia sebanyak empat kali. Paolo Maldini akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu di tahun 2002.