Kisah Johan Cruyff Taklukkan Adidas

Kisah mengenai Johan Cruyff yang menaklukkan Adidas berlangsung pada pergelaran kejuaraan sepak bola antar negara atau Piala Dunia pada tahun 1974 lalu. Tepatnya saat Cruyff menolak untuk menggunakan jersey Adidas yang merupakan sponsor utama timnas Belanda dalam ajang tersebut.

Johan Cruyff
Johan Cruyff mengenakan jersey dua garis pada Piala Dunia 1974

Johan Cruyff merupakan legenda Belanda yang telah tutup usia pada tanggal 24 Maret 2016 silam, atau tepatnya saat usianya menginjak 68 tahun. Ia meninggal lantaran penyakit kanker yang telah dideritanya sejak beberapa waktu lalu. Cruyff dikenal sebagai pemain sepakbola yang memiliki kehebatan. Tak hanya sebagai pemain saja, disaat menjabat sebagai pelatih, sang legenda juga memiliki kejeniusan dalam meracik strategi.

Tak hanya dikenal dengan karakteristik tersebut, tetapi Ia juga dikenal sebagai orang yang keras kepala menurut beberapa orang yang mengenal dia. Terbukti, brand terkenal dan sangat ternama asal Jerman, Adidas pun sempat takluk akan sifat keras kepalanya.

Bermula ketika Piala Dunia 1974 akan dimulai. Dimana, Johan Cruyff ketika itu merupakan brand ambassador dari pesaing Adidas, yakni Puma. Sementara produk asal Jerman tersebut merupakan sponsor utama tim Nasional Belanda. Sang legenda yang sangat menghormati kontraknya bersama Puma, menolak untuk mengenakan jersey negaranya, lantaran terdapat atribut Adidas didalamnya.

Cruyff pun mengancam kepada sang pelatih dan para staff kepelatihan tim Negeri Kincir Angin, apabila dirinya menggunakan jersey dengan balutan brand yang identik dengan tiga garis tersebut. Maka dirinya akan tidak ikut serta dalam ajang paling bergengsi di seluruh dunia tersebut.

Timnas Belanda pun memikirkan akan permintaan Cruyff yang merupakan salah satu bintang yang sangat dihormati di seluruh Negeri Holland. Pada akhirnya, tim Nasional Belanda mengalah dan menuruti permintaan sang legenda tersebut. Mereka meminta kepada pihak Adidas untuk menghilangkan satu garis saja di bagian lengan jersey dan logo tiga garis yang berada di bagian dada sebelah kanan.

Hasilnya, sepanjang turnamen Piala Dunia 1974 berlangsung, Johan Cruyff mengenakan jersey yang berbeda dari rekan-rekannya di timnas Netherland. Dimana jersey yang Ia kenakan hanya memiliki dua garis saja di bagian kiri dan kanan lengan. Logo Adidas pun juga tak nampak.

Uniknya lagi, disaat Johan Cruyff mengakhiri masa baktinya di dunia sepakbola, baik di level internasional maupun di klub. Dirinya tetap tidak ingin bekerja sama bersama Adidas. Padahal, produk asal Jerman tersebut menawarkan hak paten dua garis yang dirinya kenakan pada pergelaran kejuaraan sepakbola antar dunia.

Perjalanan Karir Sang Legenda Johan Cruyff

Karir Johan Cruyff di dunia sepakbola dimulai ketika dirinya berusia 10 tahun. Dimana, Cruyff meniti karir bersama Ajax Amsterdam pada tahun 1964. Di tahun pertama, Ia tak mampu membawa timnya meraih gelar satupun dan harus duduk di urutan ke 13 dalam tabel klasemen akhir Liga Belanda. Tahun berikutnya, Cruyff tampil memukau dengan meraih gelar individu yakni top skor dan mengantarkan gelar juara Liga. Puncaknya, Ia sukses membawa Ajax Amsterdam menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya.

Johan Cruyff
Johan Cruyff sukses mengantarkan Ajax Amsterdam merajai Eropa

Di musim 1973, Cruyff ditransfer ke klub asal Catalan, Barcelona dengan banderol sebesar $2 juta. Dirinya pun juga sukses di Negeri Matador dengan meraih gelar juara La Liga Spanyol dan Piala Spanyol.

Kemudian dirinya bermain untuk Los Angeles Aztec, Washington Diplomats dan kembali ke Spanyol untuk membela Levante di divisi kedua. Musim 1981 merumput kembali bersama Ajax Amsterdam dan dua musim berselang, memutuskan untuk berseragam Feyenoord Rotterdam yang merupakan rival Ajax, lantaran pihak klub tidak memperpanjang kontraknya.

Kebiasaan Merokok Johan Cruyff

Tak ada gading yang tak retak. Pepatah tersebut sangat cocok disematkan untuk sang Legenda Belanda, Johan Cruyff. Sukses sebagai pemain sepakbola baik dikancah internasional maupun level klub. Tetapi, dirinya memiliki kebiasaan buruk, dimana tak dapat lepas dari menikmati tembakau.

Johan Cruyff
Johan Cruyff berhenti menghisap rokok

Akhirnya, dokter memberikan peringatan keras kepadanya. Begitu pula dengan sang istri tercinta yang memperingatkan akan kebiasaan buruk tersebut. Hasilnya, tangan kiri yang biasa menggenggang rokok, kini berganti dengan permen lolipop.