King Henry, Peluru Mematikan Milik Arsenal

King Henry, Peluru Mematikan Milik Arsenal

Thierry Daniel Henry atau lebih dikenal dengan sebutan Henry merupakan salah satu pemain yang paling bersinar dalam ajang Liga Primer Inggris bersama Arsenal dalam dua dekade terakhir. Ia menjadi pemain andalan sang pelatih The Gunners, Arsene Wenger di lini serang. Hasilnya, gelontoran gol spektakuler mampu Ia lesatkan ke gawang lawan. Tak heran, dirinya dijuluki sebagai King Henry, sang peluru mematikan milik Meriam London kala itu.

King Henry Arsenal
King Henry, peluru mematikan milik Arsenal kala itu

Pemain yang identik dengan nomor punggung 14 telah menghabiskan masa baktinya bersama Arsenal selama delapan musim. Terhitung sejak tahun 1999 dan memutuskan hijrah pada tahun 2007. Secara total, Ia telah membukukan 228 gol di semua ajang kompetisi dari 368 penampilan bersama The Gunners.

Dengan catatan gol sebanyak itu, membuat pemain berkebangsaan Perancis tersebut menjadi top skor sepanjang masa Arsenal yang hingga kini belum terpecahkan. Padahal, dirinya mengungkapkan bahwa mencetak gol bukanlah bakat yang Ia miliki. Namun, Ia terus bekerja keras demi dapat mencetak gol.

“Sejujurnya, saya tidak memiliki bakat yang baik untuk menciptakan sebuah gol. Tetapi, saya terus bekerja untuk hal tersebut. Hasilnya, keras keras merupakan kunci keberhasilan saya dalam menyarangkan bola ke gawang lawan. Saya terus mengasah diri saya sendiri, demi menjadi pemain terbaik, baik dalam urusan menendang, menyundul hingga membaca sebuah permainan diatas lapangan,” ujar Henry.

Karir Sang King Henry Bersama Arsenal

Henry mengawali karir sepakbola profesional bersama klub asal negaranya sendiri, yakni AS Monaco pada tahun 1994. Di kota yang terletak pada bagian selatan Negeri Monarki itulah, dirinya untuk pertama kali bertemu dengan Arsene Wenger. Namun ironisnya, sang pelatih harus terdepak dari Monaco.

King Henry Arsenal
Karir Henry sukses saat berseragam Arsenal

Tetapi, Henry terus berkembang dengan baik dan menyabet gelar sebagai pemain muda terbaik Perancis dua tahun beruntun, yakni 1996 dan 1997. Sekaligus membantu timnya meraih gelar Ligue 1 dan Trophée des Champions. Di tahun 1999, sang pemain memutuskan untuk hijrah ke Negeri Italia untuk bergabung bersama Juventus. Namun, karirnya berseragam si Nyonya Tua hanya bertahan setengah musim saja.

Sehingga, di tahun yang sama, takdir mempertemukan kembali antara Arsene Wenger bersama Henry di Arsenal. Hasilnya, sang pemain bertransformasi menjadi penyerang tengah yang mematikan dari sebelumnya bermain di posisi sayap. Henry bermain di lini serang The Gunners bersama Dennis Bergkamp dan menjadikan duet tersebut sangat ditakuti oleh bek-bek manapun.

King Henry yang berbagi peran di lini depan bersama Bergkamp yang menurutnya merupakan partner terbaik diatas lapangan, berhasil menorehkan sejarah dengan mencatatkan 49 tak terkalahkan dan satu musim tak terkalahkan (Invincibles) tepatnya di tahun 2003/2004. Secara total, 175 gol telah ia cetak dan memberi 74 assist di EPL.

Puncaknya, pada musim 2006, Henry mampu mengantarkan Arsenal melangkah di partai final Liga Champions. Namun, pada laga tersebut, The Gunners harus takluk dari tim Catalan, Barcelona. Kekalahan tersebut menjadi kisah manis sang pemain selama berseragam Arsenal.

Tahta King Henry

Status King Henry atau Raja Henry diperoleh dari Inggris dan tentu para fans loyalitas Meriam London yang selalu memuji sang pemain bak dewa sepakbola. Arsenal pun membangun sebuah patung perunggu di luar Emirates Stadium. Patung tersebut diadaptasi dari selebrasi khas Henry yang berlari menyusuri ke arah ujung lapangan.

Patung Perunggu King Henry
Patung Perunggu King Henry yang berada di luar Emirates Stadium

Walaupun Henry yang sudah turun dari singgasananya, tetapi Ia mengungkapkan bahwa kecintaan terhadap klub yang telah membesarkan dirinya tetap ada didalam hati. “Saya mencintai Arsenal. Suatu saat tentu saya akan kembali kesana,ujar Henry.

Pemain kelahiran 17 Agustus 1977 tersebut menambahkan bahwa impian selanjutnya adalah untuk melatih Arsenal. “Impian saya setelah pensiun dari dunia sepakbola, saya ingin melatih Arsenal,tutup King Henry.