Raul Gonzalez, Sang Matador Real Madrid

Raul Gonzalez, Sang Matador Real Madrid

Sebelum publik Santiago Bernabeu menjunjung tiggi sosok nomor 7 yang saat ini dikenakan oleh mega bintang Cristiano Ronaldo, tentu mereka mengagungkan sosok Raul Gonzalez yang sama-sama identik dengan nomor punggung tujuh.

Raul Gonzalez
Raul Gonzalez sang Matador Spanyol

Pemain dengan nama lengkap Raul Gonzalez Blanco ini, merupakan salah satu legenda yang dimiliki oleh Real Madrid dan tentu sepakbola Spanyol. Dia adalah striker andalan para pelatih Los Blancos dari tahun 1994 hingga akhirnya memutuskan untuk hengkang pada tahun 2010. Ia pun memiliki julukan “Sang Matador Spanyol“.

Perjalanan Raul Gonzalez

Awal mula karir sepakbola sang matador dimulai saat dirinya bergabung bersama sebuah klub amatir San Cristobel de Los Angeles. Setelah itu, sang ayah berperan penting dalam karirnya dan memutuskan untuk membawa anaknya bergabung bersama Atletico Madrid. Selama dua tahun, Raul sukses memenangkan gelar nasional bersama tim muda Atletico Madrid U-15. Tetapi, semenjak presiden klub menghapuskan tim usia muda, lantaran permasalahan anggaran, Raul hijrah ke rival sekota dan resmi berseragam Real Madrid.

Raul Gonzalez
Raul Gonzalez saat membela Real Madrid

Raul terlebih dahulu bermain untuk tim muda El Real. Ia berhasil tampil memukau, dengan sukses mencetak 13 gol, hanya dari 7 pertandingan yang dilakoninya. Catatan spesial tersebut, membuat sang pelatih tim utama Jorge Valdano memasukkan dirinya ke skuat utama. Pada bulan Oktober 1994, tepatnya saat Raul baru berusia 17 tahun 4 bulan, dirinya melakukan debut untuk tim utama Real Madrid, sekaligus mencatatkan dirinya sebagai pemain termuda sepanjang sejarah tim.

Bakat istimewa tersebut, mampu menggeser sang peraih gelar top skor, Emilio Butrageuno dan membuat dirinya menjadi topik utama di Negeri Matador. Dalam 28 penampilan di tahun pertamanya bergabung bersama El Real, Ia berhasil menyarangkan sembilan gol. Dimana salah satu golnya dicetak ke gawang Atletico Madrid.

Bersama Los Blancos, Raul Gonzalez memenangkan gelar La Liga Spanyol sebanyak enam kali, Piala Super Spanyol tiga kali, gelar Liga Champions UEFA sebanyak tiga kali dan Piala Super Eropa hanya sekali serta dua gelar Piala Interkontinental.

Raul juga berhasil mencatatkan gelar individu bersama El Real. Dirinya menjadi top skor La Liga Spanyol atau disebut dengan gelar El Pichichi pada tahun 1999 dan 2001. Ia pun juga dinobatkan sebagai pemain terbaik Divisi Primera pada musim 1996-97, penyerang terbaik UEFA di tahun 2000, 2001 dan 2003, pemain terbaik dalam ajang Piala Interkontinental 1998 dan meraih gelar pemain terbaik versi IFFSH 1999 serta Olahragawan terkemuka Spanyol di tahun 2000 dan sebagainya.

Raul dan Perpisahan Real Madrid

Raul Gonzalez bersama Real Madrid tak seperti Paolo Maldini yang membela AC Milan. Dimana, Maldini diperlakukan istimewa sebagai legenda Milan. Namun, perlakukan El Real terhadap Raul tak seperti yang dirasakan oleh bek tangguh milik Milan tersebut.

Raul Gonzalez
Karir Raul Gonzalez harus berakhir bersama Real Madrid

Kisah sang matador sejatinya sama seperti yang dialami oleh Maldini. Dimana kedua pemain tersebut membela masing-masing klub sejak usia dini. Keduanya sukses menjelma menjadi bintang utama. Raul menjadi striker andalan di ujung tombak Los Blancos dan paling ditakuti pada era 90-an hingga 2000-an.

Telah sukses bersama Real Madrid, namun dirinya tak bisa pensiun di klub yang telah dibelanya sejak usia muda tersebut. Raul ingin terus bermain di skuat utama dan tak ingin mengisi bangku cadangan lantaran hal tersebut bukanlah tempatnya. Namun, disisi lain, pihak klub tak bisa terus memaksa permintaan sang pemain.

Sehingga Raul memutuskan untuk hengkang dari klub yang telah membesarkan namanya tersebut daripada harus mengisi bangku cadangan di masa-masa terakhirnya, kala itu usianya sudah menginjak 33 tahun dan belum memutuskan untuk pensiun. Namun, Raul tetap mencintai Real Madrid, walau pernah dikecewakan.