Raul Gonzalez, Sang Matador Real Madrid

Raul Gonzalez, Sang Matador Real Madrid

Sebelum Demo Hry publik Santiago Bernabeu menjunjung tiggi sosok nomor 7 yang saat ini dikenakan oleh mega bintang Cristiano Ronaldo, tentu mereka mengagungkan sosok Raul Gonzalez yang sama-sama identik dengan nomor punggung tujuh.

Raul Gonzalez
Raul Gonzalez sang Matador Spanyol

Pemain dengan nama lengkap Raul Gonzalez Blanco ini, merupakan salah satu legenda yang dimiliki oleh Real Madrid dan tentu sepakbola Spanyol. Dia adalah striker andalan para pelatih Los Blancos dari tahun 1994 hingga akhirnya memutuskan untuk hengkang pada tahun 2010. Ia pun memiliki julukan “Sang Matador Spanyol“.

Sayangnya kini Raul Gonzalez sudah pensiun dari Real Madrid dan tidak dapat membela tim besar tersebut di ajang Demo Hry ke stažení zdarma 2017 International Champions Cup yang jadwal real madrid dapat dilihat di bawah ini dikutip dari situs resmi LIVESCORE 123 jadwal sepakbola

  • Senin, 24 Juli 2017
    ICC 2017 (Amerika Selatan), Real Madrid vs Manchester United – 04:00 WIB
  • Kamis, 27 Juli 2017
    ICC 2017 (Amerika Selatan), Real Madrid vs Manchester City – 10:00 WIB
  • Minggu, 30 Juli 2017
    ICC 2017 (Amerika Selatan), Real Madrid vs Barcelona – 06:30 WIB

Perjalanan Raul Gonzalez

Awal mula karir sepakbola sang matador dimulai saat dirinya bergabung bersama sebuah klub amatir San Cristobel de Los Angeles. Setelah itu, sang ayah berperan penting dalam karirnya dan memutuskan untuk membawa anaknya bergabung bersama Atletico Madrid. Selama dua tahun, Raul sukses memenangkan gelar nasional bersama tim muda Atletico Madrid U-15. Tetapi, semenjak presiden klub menghapuskan tim usia muda, lantaran permasalahan anggaran, Raul hijrah ke rival sekota dan resmi berseragam Real Madrid.

Raul Gonzalez
Raul Gonzalez saat membela Real Madrid

Raul terlebih dahulu bermain untuk tim muda El Real. Ia berhasil tampil memukau, dengan sukses mencetak 13 gol, hanya dari 7 pertandingan yang dilakoninya. Catatan spesial tersebut, membuat sang pelatih tim utama Jorge Valdano memasukkan dirinya ke skuat utama. Pada bulan Oktober 1994, tepatnya saat Raul baru berusia 17 tahun 4 bulan, dirinya melakukan debut untuk tim utama Real Madrid, sekaligus mencatatkan dirinya sebagai pemain termuda sepanjang sejarah tim.

Bakat istimewa tersebut, mampu menggeser sang peraih gelar top skor, Emilio Butrageuno dan membuat dirinya menjadi topik utama di Negeri Matador. Dalam 28 penampilan di tahun pertamanya bergabung bersama El Real, Ia berhasil menyarangkan sembilan gol. Dimana salah satu golnya dicetak ke gawang Atletico Madrid.

Bersama Los Blancos, Raul Gonzalez memenangkan gelar La Liga Spanyol sebanyak enam kali, Piala Super Spanyol tiga kali, gelar Liga Champions UEFA sebanyak tiga kali dan Piala Super Eropa hanya sekali serta dua gelar Piala Interkontinental.

Raul juga berhasil mencatatkan gelar individu bersama El Real. Dirinya menjadi top skor La Liga Spanyol atau disebut dengan gelar El Pichichi pada tahun 1999 dan 2001. Ia pun juga dinobatkan sebagai pemain terbaik Divisi Primera pada musim 1996-97, penyerang terbaik UEFA di tahun 2000, 2001 dan 2003, pemain terbaik dalam ajang Piala Interkontinental 1998 dan meraih gelar pemain terbaik versi IFFSH 1999 serta Olahragawan terkemuka Spanyol di tahun 2000 dan sebagainya.

Raul dan Perpisahan Real Madrid

Raul Gonzalez bersama Real Madrid tak seperti Paolo Maldini yang membela AC Milan. Dimana, Maldini diperlakukan istimewa sebagai legenda Milan. Namun, perlakukan El Real terhadap Raul tak seperti yang dirasakan oleh bek tangguh milik Milan tersebut.

Raul Gonzalez
Karir Raul Gonzalez harus berakhir bersama Real Madrid

Kisah sang matador sejatinya sama seperti yang dialami oleh Maldini. Dimana kedua pemain tersebut membela masing-masing klub sejak usia dini. Keduanya sukses menjelma menjadi bintang utama. Raul menjadi striker andalan di ujung tombak Los Blancos dan paling ditakuti pada era 90-an hingga 2000-an.

Telah sukses bersama Real Madrid, namun dirinya tak bisa pensiun di klub yang telah dibelanya sejak usia muda tersebut. Raul ingin terus bermain di skuat utama dan tak ingin mengisi bangku cadangan lantaran hal tersebut bukanlah tempatnya. Namun, disisi lain, pihak klub tak bisa terus memaksa permintaan sang pemain.

Sehingga Raul memutuskan untuk hengkang dari klub yang telah membesarkan namanya tersebut daripada harus mengisi bangku cadangan di masa-masa terakhirnya, kala itu usianya sudah menginjak 33 tahun dan belum memutuskan untuk pensiun. Namun, Raul tetap mencintai Real Madrid, walau pernah dikecewakan.

Ferenc Puskas Sang Pahlawan Hongaria

Ferenc Puskas Sang Pahlawan Hongaria

Ferenc Puskas merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah berseragam tim Nasional Hongaria, yang pada awal tahun 1950-an adalah negara penguasa sepak bola internasional. Timnas Hongaria kala itu dijuluki sebagai “Magical Magyars”, lantaran merupakan salah satu tim terbaik yang hadir di dunia persepakbolaan dunia. Walau sayangnya tim tersebut tak pernah mengangkat gelar juara piala dunia.

Ferenc Puskas menjadi pahlawan timnas Hongaria

Puskas menjadi bagian dalam timnas Hongaria di pergelaran Piala Dunia 1954 yang berlangsung di Swiss. Ajang tersebut merupakan satu-satunya kejuaraan sepakbola antar negara yang diikuti oleh Puskas. Kala itu, Hongaria menjadi tim favorit dalam perburuan gelar juara. Kekuataan utama Hongaria di kejuaraan tersebut terletak di lini serang yang ditakuti oleh bek-bek dari berbagai negara, terutama bintang andalan yakni Puskas.

Pemain kelahiran Budapest pada 1 April 1927 itu memiliki postur tubuh yang terbilang pendek dan kalah dalam duel di udara. Namun walau demikian, dirinya sudah mencatatkan 83 gol dari 84 laga yang telah dilalui ketika membela negaranya di ajang internasional.

Piala Dunia 1954 tersebut, Puskas mampu mengantarkan timnas Hongaria hingga partai puncak. Di partai final, The Magical Magyars harus berhadapan dengan Jerman, yang pernah dikalahkan ketika memasuki babak penyisihan grup dengan skor yang sangat telak, yakni 8-3. Sehingga, hampir semua para pencinta olahraga sepak bola memprediksi bahwa Hongaria akan mudah menaklukkan Die Mannschaft.

Tetapi, kenyataannya berbanding terbalik. Walaupun timnas Hongaria mampu unggul 2-0 di awal laga, tetapi pada akhirnya, Jerman mampu mengembalikkan keadaan menjadi 2-3 dan keluar sebagai juara piala dunia edisi 1954.

Dalam laga puncak tersebut, bintang utama Hongaria, Puskas baru saja sembuh dari cedera dan keadaannya belum 100 persen fit. Namun, dengan keadaan seperti itu, Puskas masih mampu mengeluarkan kehebatanya di atas lapangan dan berhasil mencetak satu gol. Ferenc Puskas pun dinobatkan sebagai salah satu pemain sepakbola terbaik dalam sejarah pergelaraan ajang Piala Dunia. Sehingga mampu sedikit mengobati kesedihan seluruh masyarakat Hongaria kala itu.

Perjalanan Awal Karir Ferenc Puskas

Puskas memulai karir sepakbolanya bersama salah satu klub lokal Hongaria, yakni Kispect AC yang kala itu dilatih oleh ayahnya sendiri, Farenc Sr. Tetapi di tahun 1949, Kispect AC resmi berganti nama menjadi Bundapest Honved, lantaran Kementrian Pertahanan Hongaria mengambil alih klub tersebut.

Ferenc Puskas
Ferenc Puskas menjadi pemain terbaik dalam sejarah pergelaran Piala Dunia

Ketika berseragam Bundapest Honved, Puskas berhasil memenangkan lima kali gelar juara Liga Hongaria. Dirinya pun juga tercatat sebagai top skor dalam empat musim dan bahkan di tahun 1948, Puskas menjadi pencetak gol terbanyak eropa dari sejumlah liga-liga besar dengan torehan 50 gol.

Puncaknya, Puskas mampu mengantarkan Bundapest Honved tampil di kejuaraan Eropean Cup. Tetapi sayang, perjalanannya langsung terhenti di laga pertama kala berhadapan dengan Atletico Bilbao dengan skor secara agregat 6-5.

Ferenc Puskas Bersama Real Madrid

Hongaria mengalami revolusi di tahun 1956, sehingga Puskas membuat keputusan untuk menolak kembali bergabung bersama Bundapest Honved. Namun, keputusan tersebut justru merugikan dirinya, lantaran terkena larangan tampil selama dua tahun di daratan Eropa oleh UEFA.

Ferenc Puskas
Ferenc Puskas ketika berseragam Real Madrid

Dua tahun telah berlalu, Puskas memilih untuk hijrah ke Italia. Tetapi, tak ada satu klub pun yang merekrutnya, walau sebelumnya Juventus dan AC Milan tertarik untuk mendatangkannya. Dirinya pun dikabarkan akan berseragam Manchester United yang tengah mengalami kecelakaan pesawat terbang (Tragedi Munich). Namun, Puskas tidak diizinkan oleh FA lantaran tak mampu berbicara bahasa Inggris yang merupakan salah satu syarat pemain asing untuk bermain di Liga Primer Inggris.

Hingga akhirnya, Puskas yang sudah berusia 31 tahun bergabung bersama Real Madrid. Dimana kala itu sudah dihuni oleh sejumlah pemain bintang seperti Alfredo Di Stefano, Hector Rial, Jose Santamaria dan Francisco Gento.

Bersama Los Blancos, Puskas mampu meraih sejumlah gelar bergengsi dan merajai Eropa. Diantaranya yakni, tiga gelar La Liga Spanyol, tiga trofi Liga Champions, dan Copa Del Rey.